Touring Lintas Desa Perbukitan Bareng Club Hari ini

Posted by Masifud on Friday, April 16, 2010

Keinginan touring ke desa-desa di pulau jawa bali dan sumatera bukan hanya untuk refreshing segar yang menyejukkan pemandangan di desa. Pegunungan yang paling indah dengan touring pun mungkin akan terasa indah jika bareng-bareng tournya.. ada yang berminat banget sebenarnya... tapi yang paling berkesan adalah sesaat melihat pemandangan gunung para club motor gedhe, motor harley motor vespa motor black BMC agaknya berhenti sejenak dan bisa memanfaatkan berhentinya untuk istirahat ditempat yang indah di desa.. sekian touring lintas alam antar pulau dan jalan-jalan yang dipenuhi motor mobil club dari berbagai kota biasanya malang, surabaya, jakarta, bandung, jogjakarta, semarang, area kediri, area mediun dan lain-lain selamat mencoba touring menyenangkan bersama sahabat dan kerabat klub motor terbesar. anda dan mungkin bisa ditambahkan di daerah perhutanan dan pantai di jawa timur dan jawa tengah ataupun di pantai parang tritis kan enak... ke puncak gunung mengendarainya juga enak kelihatannya.. hehehe sekian dolo liputan dari saya semoga bermanfaat reporter siput :D

More about → Touring Lintas Desa Perbukitan Bareng Club Hari ini

Modifikasi Motor Gedhe Harley, Makin Keren dan Rame

Posted by Masifud on Friday, April 16, 2010


Ada kebanggaan yang dirasakan Adi Sudarmoko (22), saat memandangi Honda Megapro-nya yang kini berganti wajah. Tebeng depan warna hitam, serta pijakan kopling yang dibuat mundur dan tinggi dari posisi standar, menguatkan kesan seperti motor balap.
Kesan motor balap, dikuatkan oleh lampu depan berbentuk lancip mengerucut, yang adalah otan dari motor bebek tipe sport keluaran terbaru. Tuas rem roda belakang dibuat terbalik ke atas, dan sejumlah sentuhan pada pijakan kaki kanan-kiri.

Modifikasi yang dikerjakan bengkel selama tiga pekan itu menelan anggaran sekitar Rp 2 juta. "Sudah setahun saya menabung untuk ini. Akhirnya kelar juga. Lega," kata lelaki yang bekerja pada perusahaan listrik di Yogyakarta ini, Sabtu (29/8).

Modifikasi pada motor sportnya ini merupakan yang termahal, namun paling berkesan. Karenanya, ia merasa perlu bolak-balik ke bengkel. Selain motor cowok, Adi juga memiliki sebuah motor bebek, yang sudah dimodifikasi dengan di-ceper-kan.

Untuk urusan modifikasi, motor milik Adi belum seberapa, masih tergolong modifikasi ringan. Coba tengok Yamaha Mio milik Priyono (35), yang dibedah habis di Allan Filly Modification, bengkel modifikasi motor di Krapyak, Jalan Parangtritis KM 3,5. Bengkel ini termasuk top di kalangan pemodif Yogyakarta.

Modifikasi memang masih setengah jalan, namun sudah bisa diketahui bahwa nanti, bagian motor asli yang tersisa, hanya sasis (rangka), tangki bensin, dan mesin. Bobber Hot Road, aliran modifikasi yang diinginkan Priyono, itu memang cukup ekstrem.

Ban ukuran gedhe, sasis belakang dimundurkan 20 cm, serta balutan tebeng berbahan fiberglass di sana-sini. Lampu Mio yang imut-seksi, dibuang, diganti lampu bulat dari motor sport. Total anggaran untuk menebus Mio alien itu minimal Rp 15 juta.

Motor skutik itu nanti akan bertambah bobotnya sekitar 10 kg, semakin ceper beberapa cm, dan semakin panjang 20 cm. "Ya mungkin saya akan jadi lebih hati-hati mengemudi, saat parkir, dan kala melewati polisi tidur. Tapi nggak apa-apa," kata Priyono.

Tanpa perombakan dapur pacu alias mesin, lelaki yang pekerjaannya wiraswasta jual beli motor ini, paham bahwa Mio-nya nanti tak bisa lagi digeber kencang. "Untuk modifikasi mesin, itu selanjutnya. Tapi pasti saya lakukan," ujar dia.

Allan Filly menyebut, dalam sebulan mendapat order 10-15 motor. "Ada motor yang begitu diambil dari diler langsung masuk bengkel. Banyak juga yang dipaketkan dari luar Jawa. Dan ada juga yang seperti ini, si pemilik hanya ingin tahu beres dan bisa dipakai," ujar Allan, pemilik Allan Filly Modification.

Tangannya menunjuk ke motor Tiger yang hanya berupa rangka dan mesinnya. Anggaran untuk merombak habis motor itu diperkirakan minimal Rp 25 juta. Untuk ukuran Yogya, Rp 25 juta memang tinggi. "Tapi jumlah segini belum seberapa dibandingkan kota lain seperti Jakarta. Yogya sih, pemodif masih mikir mengeluarkan duit, hahaha," ucapnya.

"Order termahal yang pernah dikerjakan Allan, yakni Rp 30 juta. Kalau order paling sering ya yang nominalnya di bawah Rp 5 juta," kata dia

source infogue.com
More about → Modifikasi Motor Gedhe Harley, Makin Keren dan Rame

Bengkel Rumahan Terdekat Murah dan Mudah Dapat Pelanggan

Posted by Masifud on Friday, April 16, 2010


 Mobil rakyat asal Jerman, Volkswagen memang tak pernah habis. Begitu juga dengan bengkel-bengkel yang menaunginya banyak bertebaran di seantero Jabodetabek, mulai dari bengkel yang kecil sampai besar.

Namun, di kawasan Bekasi Selatan, ada bengkel khusus VW klasik yang sedikit unik. Jangan membayangkan ini adalah sebuah bengkel yang besar, bukan, ini cuma bengkel rumahan yang diberi nama Djadoel.

Apa istimewanya? Dari sekian banyak pemilik dan penggemar VW klasik yang datang kesini, rata-rata berkomentar mengenai suasananya yang memang 'hommy', sehingga mereka merasa nyaman dan betah berlama-lama.

"Kita tidak menganggap mereka sebagai pasien, jadi di sini bisa nongkrong-nongkrong santai, tahu-tahu mobil selesai dikerjakan," ujar sang pemilik, Glovy Liando, ketika ditemui detikOto, di jalan Wijaya, Bumi Satria Kencana, Bekasi Selatan.

Awalnya dua tahun lalu ketika bengkel ini pertama kali didirikan, Glovy mengaku karena dorongan teman-teman sekumpulan para penggemar VW klasik yang menjadikan rumahnya sebagai tempat bertemu dan membahas apapun tentang VW.

"Lalu, ada yang mencetuskan, kenapa tidak sekalian membuka bengkel saja?" ujar pria yang dulunya juga pernah bekerja di bengkel VW.

Maka, berbekal hobi dan kemauan, jadilah bengkel Djadoel ini, yang pada awalnya hanya mengurusi kumpulan komunitas VW klasik tersebut, untuk sekedar service, sampai restorasi dan modifikasi.

"Tapi sekarang lumayan, ada yang dari Serpong BSD, Cengkareng, juga Pondok Indah, pada datang ke sini, padahal di daerah tersebut juga banyak bengkel khusus VW, bahkan yang lebih besar," ujar Glovy bangga.

Glovy mengaku, tiap minggunya rata-rata 2-3 mobil datang untuk melakukan service rutin, yang hanya dikenakan biaya jasa Rp 125 ribu, dan paling mahal Rp 600 ribu untuk service besar.

Sementara untuk restorasi dan modifikasi, bahkan upgrade mesin, bengkel Djadoel yang hanya memiliki kapasitas pengerjaan dua mobil sekaligus ini pun mematok lamanya waktu pengerjaan maksimal dua bulan.

"Selain agar tidak buru-buru, juga agar hasilnya lebih maksimal," ujar Glovy.

detikoto
More about → Bengkel Rumahan Terdekat Murah dan Mudah Dapat Pelanggan